Minggu, 17 Juli 2011

Ayam Sombong

Hanya berukuran sekepal tangan orang dewasa, ayam serama telah membuat kepincut para penggemarnya.


Sejak tahun 2000-an, ayam impor dari Malaysia ini makin digandrungi. Demi seekor serama jawara, para seramamania rela merogoh kantong hingga puluhan juta rupiah. Komunitas penggemar serama pun terus bermunculan.

Di atap rumah berlantai tiga di Jalan Kayumanis Timur, Matraman, Jakarta Timur, beberapa anggota Asosiasi Penggemar Ayam Serama Indonesia (APASI) asyik berbincang, Minggu (30/1). Pada saat yang bersamaan, mayoritas anggota APASI telah terbang ke Surabaya, Jawa Timur, untuk mengikuti kontes ayam serama tingkat nasional.

Meskipun tak bisa ikut pergi ke Surabaya, mereka yang tertinggal di Jakarta tak mau ketinggalan memantau jalannya kontes. Ketua APASI Don Ralls Cobain berulang kali menelepon rekan-rekannya yang sedang berada di arena lomba. Dia terus bertanya tentang penampilan enam ayam serama miliknya yang dititipkan untuk kontes atau yang biasa diistilahkan ”kerja” di atas panggung.

Kali ini, panggung pentas di Surabaya sangat ramai dengan lebih dari 200 kontestan ayam serama. ”Dari enam ekor ayam serama milik saya itu, paling nanti cuma pulang (ke Jakarta) lima ekor. Banyak yang tiba-tiba kepincut dan pengin membeli di lokasi pertandingan. Baru saja saya juga menjual seekor ayam serama senilai Rp 35 juta,” ujar Don.

Berat tubuh ayam serama tak lebih dari 500 gram, tapi dia gemar bergaya petantang-petenteng di atas pentas. Tanpa takut, ayam terkecil di dunia ini mempertontonkan tubuhnya yang tegak dan berkokok lantang di depan kamera atau juri. Sering kali ia membusungkan dada sembari mengepakkan sayap. Gayanya yang tegak bak prajurit ini menimbulkan kesan ”sombong” yang justru membuat banyak orang jatuh cinta.

Vicky Hennessey, Sekretaris Jenderal APASI, mengatakan, ayam serama jawara bisa laku hingga lebih dari Rp 50 juta per ekor. Semakin sering menjuarai aneka kontes, nilai jual ayam serama akan semakin tinggi. Tak heran, pencinta ayam serama selalu bersemangat ikut kontes meskipun hadiah bagi juara pertama hanya Rp 500.000.

Nama cantik

Penggemar ayam serama biasanya menamai ayam-ayam miliknya dengan nama yang aduhai. Ayam serama milik Ruli, misalnya, dinamai Shakira, sedangkan ayam lainnya yang sudah tua dijulukinya Yu Darmi. Salah satu ayam kebanggaan milik Vicky dipanggil Zeus. Di atas panggung kontes, ayam-ayam ini tampil bak foto model di depan sorotan kamera.

Tak jarang, ayam-ayam serama jawara pun mengalami demam panggung. Zeus, misalnya, pernah mati gaya dan terbirit-birit turun panggung karena kondisi pentas yang ramai dengan dentuman pengeras suara. Untuk menghindarinya, para pemilik ayam serama rutin melatih ayam-ayam agar betah bergaya di pentas.

Tersihir kecantikan ayam serama, komunitas penggemar ayam serama terus bermunculan. Selain APASI, di Jakarta juga lahir komunitas Penggemar Ayam Serama Indonesia Raya (PASIR) dan Komunitas Penggemar Ayam Serama (Kompas). Tak hanya di Pulau Jawa, kini ayam serama menyebar ke Pulau Sumatera, Pulau Bali dan Madura, serta sebagian Pulau Kalimantan meski jumlahnya masih tergolong sedikit.

Ditilik dari sejarahnya, ayam serama lahir pada tahun 1971. Wee Yean Een dari Malaysia mengawinkan ayam kapan atau kate kaki panjang dengan ras ayam modern game bantam. Keturunan pertama hasil persilangan itu dikawinkan dengan ayam sutera dan kemudian dikawinkan lagi dengan ayam kate jepang. Karena memiliki penampilan gagah seperti tokoh Sri Rama, ayam hasil rekayasa genetika itu dinamai serama.

Dalam beberapa kesempatan, Don sudah memperoleh permintaan pengiriman beberapa ekor ayam serama dari negara lain, seperti Arab, Australia, dan Jepang. Pembaruan materi genetik ayam serama pun terus diusahakan dengan mengimpor indukan ayam serama berkualitas dari Malaysia. Pada Maret mendatang, Don yang bekerja di perusahaan kargo ini pun berencana kembali mengimpor 60 ayam serama dari Malaysia.

Berasal dari beragam profesi, awalnya para penggemar ayam serama ini sama sekali tidak saling kenal. Setelah sering bertemu dalam beragam kontes ayam serama dan diskusi via internet, persaudaraan di antara mereka terbangun. Dari awalnya orang asing, kini mereka disatukan oleh kecintaan pada si mungil yang pintar berlenggak-lenggok bak model profesional nan sombong ini....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar